SELAMAT MEMBACA

About This Blog

Halaman

Rabu, 03 Agustus 2011

Narsis itu apa sih?

 

Narsis itu apa sih?
  
“Pernah kan mendengar istilah narsis, untuk teman kamu, sodara kamu, atau malah kamu yang hobinya bergaya di depan kamera lalu memmamerkannya di depan public, bangga dengan hasil jepretan kemudian berkomentar “ini lo aku, fotogenik kan?”, “aku cakep banget ya ternyata,” atau “aduh, beneran ni Cinderella aja kalah kalo liat fotoku yang eksotik gini”

Memang si, kalu jaman sekarang narsis selalu cenderung ke sebuah gambar yang memuat diri kita sendiri kemudian bangga dan pede dan lain-lain. Intinya di mana ada kamera kita nggak akan pernah rela wajah kita tidak ada. Hmmm, itu sih udah tingkat parah banget.

Ada yang bilang juga narsis itu haus perhatian, semacam kita butuh untuk dipuji. Hahahha…… over banget tuh orang kalo udah kayak gitu. Memang sih ada masanya kita butuh untuk dipuji (butuh dianggap ada) oleh sekeliling kita entah itu ortu kita, sahabat kita, teman-teman, tetangga atau orang yang nggak dikenal sekalipun.

Sebenarnya narsis itu bukan sebuah penyakit, itu hanya kebiasaan yang menjadi kebutuhan agar kita tetap selalu dianggap ada oleh sekeliling kita.

Menurut wikipedia, Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.
narsis yang berlebihan bisa membuat orang lain berkesimpulan “dia gila” well, gila dalam arti selalu butuh untuk diakui walaupun orang lain udah enek liat muka dia yang terlalu sering muncul, atau sering bangga dengan keadaan dirinya. lalu, bagaimana kita menghindari sikap narsis kita menjadi berlebihan?
bukankah setiap orang juga mempunyai sisi bangga pada diri sendiri,?
jawabannya selalu kita kembalikan kepada kita sendiri, kita mestinya sadar siapa kita, apa kelebihan dan kelemahan kita lalu bagaimana kita mengolahnya menjadi sebuah kebanggaan yang biasa saja, nggak usah over2.
kita juga menyadari bagaimana kita ini diterima di lingkungan kita, jika kita memang begini apa adanya apakah kita harus mengejar sesuatu yang tidak ada pada diri kita?
narsis bukan sebuah penyakit jika kita mampu mengontrolnya ke dalam batas-batas tertentu.
semoga kita menemukan apakah narsis kita berlebihan atau tidak.ok…

Sabtu, 23 Juli 2011

Apa Itu Kreatif?

Jika mendengar pertanyaan seperti itu, beberapa dari kita mungkin akan berputar-putar menjelaskan definisinya. Beberapa mungkin berhasil dengan penjelasannya yang panjang lebar, namun lainnya mungkin akan dengan ketus menjawab “cari saja di google”.
Saya?
Saya akan mencoba berhasil dengan penjelasan saya yang panjang lebar.
Kreatif… kreatif.. kreatif adalah..? Baiklah, kita mundur beberapa tahun silam. Ketika saya duduk di bangku SMA. Menurut buku Biologi kelas XI kreativitas adalah hasil dari aktivitas kerja otak kanan. Kreativitas tidak menuntut adanya logika (sesuatu yang sesuai nalar). Sebagai contoh jika ada soal seperti ini :
®


®                   ®
Hubungkan ketiga titik tersebut?
Beberapa orang akan langsung menghubungkan titik-titik tersebut sehingga membentuk segitiga. Namun dengan kreativitas titik-titik tersebut akan dihubungkan dengan garis melengkung sehingga membentuk lingkaran. (Anda mengerti maksud saya-kan?)
Oke, akan saya perjelas dengan gambar.

(gambar segitiga)
Kira-kira seperti itu. Berbeda dengan kreativitas mungkin gambar yang terbentuk menjadi seperti ini:

(gambar lingkaran), (dengan titik-titik seperti soal di dalamnya)
Atau mungkin dengan bentuk persegi atau yang lain.
Intinya kreativitas tidak terbelenggu oleh sesuatu yang sudah menjadi aturan atau pola. Ada ungkapan “out of the box” dalam aktivitas yang menuntut kreativitas, artinya kita harus keluar dari “kotak-kotak” yang membelenggu ide atau gagasan kita. “Kotak” atau batasan tersebut bisa berupa agama, aturan yang berlaku di masyarakat, norma-norma dan sebagainya. Bahkan kelas tempat kita belajar (tapi bukan berarti kita harus keluar dari kelas, hehe). Lebih ekstrim lagi, ada ungkapan yang mengatakan “burn the box”. Terbayangkan? Yaa.. kita harus ‘membakar’ kelas, (ups,!) kotak tersebut. Kita harus benar-benar menghilangkan kotak batasan tersebut agar bisa mengeksplorasi ide-ide kita. Bahkan sampai ide yang paling liar.
Tidak ada salah dan benar dalam kreativitas. Karena hasil dari kreativitas hanya bisa dirasakan, bukan dipikirkan. Kreativitas tidak menuntuk kita untuk benar-benar menciptakan hal baru, dari yang tidak ada kemudian menjadi ada. Bisa jadi sesuatu yang telah ada diubah sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik. Sebagai contoh, grup band pendatang baru (terkadang band-band lama juga) membawakan lagu jadul yang nge-hit pada masanya yang kemudian mereka aransemen ulang. Hanya untuk menunjukkan betapa kreatifnya mereka. Tidak ada yang salah dari situ.
Saya juga sempat membaca blog seseorang yang juga membahas kreativitas. Menurutnya, kreatif itu Kere-Aktif. Maksudnya dengan segala keterbatasan kita tetap bisa aktif untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan yang menguntungkan. Menguntungkan bagi siapa saja. Keuntungan yang tidak hanya dipandang dari segi materi tapi juga dari segi yang lain. Misalnya rasa puas setelah menikmati hasil kreativitas tersebut.
Mengapa harus kreatif? Banyak keuntungan yang kita dapat dari kreativitas. Yang paling banyak dibahas mungkin dari segi materi. Misalnya dengan kreativitas produk kita lebih dilirik konsumen. Tapi lupakan itu, kita tidak sedang berbisnis bung! Lagi pula ini buka kelas kewirausahaan.
Kita bahas dari aspek komunikasi dan hubungan sosial-nya saja. Dengan kreativitas kemungkinan untuk mendapatkan teman baru semakin besar. Karena dengan kreativitas, proses komunikasi akan semakin lebih menarik. Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang mungkin sudah pernah kita alami.
Baiklah, setelah penjelasan yang panjang dan sedikit melebar dari pembahasan, tiba saatnya untuk mengungkapkan apa definisi kreatif yang sebenarnya.
Kreatif itu adalah… eemmm…
Sesuatu yang lain daripada yang lain.. mungkin.. atau.. entahlah.
Kita gunakan saja kreativitas kita masing-masing untuk menentukan definisi kreativitas itu sendiri.

Apa itu Cinta?

Ramai yang tahu tentang cinta. Ramai yang tahu menyebut perkataan cinta. Ramai yang tahu bagaimana ingin meluahkan kata-kata cinta. Tetapi adakah anda tahu apa itu cinta yang sebenarnya? Di sini saya ingin berkongsi dengan anda tentang apa itu cinta.

Sifat Cinta
Cinta itu suci, mahal dan tinggi tarafnya. Sifat cinta itu sempurna. Jika tidak, cinta akan cacat. Itulah cinta sebenar cinta.

Cinta Wujud Sejak Dilahirkan
Rasa cinta sedia wujud di dalam jiwa manusia sejak manusia itu lahir ke dunia. Cuma manusia akan melalui tahap-tahap kelahiran cinta bermula dari cinta kepada belaian ibu, membawa kepada cinta kepadakekasih dan akhirnya setelah puas mencari cinta suci, maka akan cinta kepada Tuhan Wujudnya cinta itu tidak dapat dilihat tapi dapat dirasa dan cinta sebenar cinta itu suci murni serta putih bersih.

Cinta Bersedia
Bila sampai masanya di setiap tahap-tahap cinta, maka Tuhan menjadikan manusia itu bersedia menerima cinta itu. Pada mulanya jiwa itu bersedia menerima cinta, lantas sedia pula untuk berkongsi rasa kewujudan dengan dikasihi. Sedia untuk mengikat setia serta saling memahami. Setia untuk dipertanggungjawapkan kerana cinta. Sedia untuk menyerah diri pada yang dicintai.

Cinta Itu Indah
Walaupun kewujudan cinta tidak bisa dilihat, tetapi cinta itu indah dan cantik. Cantiknya itu tulin dan tidak ia bertopeng. Bukan saja ia cantik malah suci murni, bercahaya gemerlap dan putih bersih.

Cinta Itu Mengharap Balasan
Cinta antara manusia itu berkehendak kepada jodoh atau pasangan, dari diri yang punya persamaan, dari diri yang asalnya satu. Bila dapat yang dicari, bermakna cinta itu menganggap telah bertemu yang paling sesuai dan secocok dengan jiwanya, untuk bersatu kembali. Kehendak itu timbal balik sifatnya kerana manusia dalam bercinta tidak hanya menerima tapi juga menerima.

Cinta Itu Menakluki
Sifat cinta itu ingin menguasai. Dia mahu yang dikasihinya itu hanya khusus untuk
dirinya. Dia tidak mahu ianya dikongsi dengan orang lain. Sifat ini menuntut hak untuk mencintai dan dicintai. Tapi, dalam pada ingin menakluki, ia juga ingin ditakluki sepenuhnya.

Cinta Itu Mengetahui
Pada asasnya sebenarnya cinta itu mengetahui. Orang yang bercinta tahu siapa yang patut
dicintainya. Cinta tidak perlu bertanya. Manusia boleh jatuh cinta tanpa membaca ilmiah atau novel tentang cinta. Mereka tahu apa yang perlu dilakukan. Tapi, cinta cuma tahu bercinta. Ia tidak tahu akan peraturan cinta jika tiada diberikan panduan.

Cinta Itu Hidup
Cinta adalah ibarat manusia, boleh berputik, lalu mekar serta boleh layu dan gugur. Cinta itu punya deria dan perasaan. Cinta mendengar cinta, berkata cinta, melihat
cinta. Cinta ada segala-galanya. Sayang, benci, cemburu, gembira, sedih, tenang, tertekan, ketawa dan menangis. Cinta itu hidup sampai satu ketika ia akan menemui mati.Tapi ramai orang berharap agar cinta itu kekal selagi dia masih hidup dan tetap hidup walaupun telah mati.

Cinta Itu Suci
Sebagaimana yang banyak dikatakan orang, cinta itu suci. Sucinya cinta bukan bermakna ia tidak mengharap balasan. Cinta mengharap balasan cinta. Sucinya cinta bermakna ia tidak bernoda dan tidak pula berdosa Itulah sifat asal cinta, ia suci bagaikan anak yang baru lahir. Mereka yang kenal erti cinta akan cuba mengekalkan cinta itu sesuci mungkin. Mengekalkan cinta suci bermakna menjauhkan ia dari godaan nafsu yang tidak ada batasan. Kerana nafsulah cinta suci jadi bernoda dan berdosa.

Cinta Itu Mempesona
Cinta itu bukan saja indah, tapi mempersonakan. Ia bukan kerana cinta itu nakal sifatnya tapi kerana ia suci dan bersih. Ia adalah sebagaimana anda melihat pada anak kecil yang comel dan
bersih. Dia senyum pada anda dan merapati anda. Anda terpesona kerana bukan saja ianya comel, tapi kerana dia adalah insan yang tidak berdosa. Kerana sifat cinta yang mempersona ini selalunya manusia itu berbuat silap bila bercinta.
Apa saja yang dilakukan oleh kekasihnya...mempersonakannya dan nampak cantik serta betul walaupun itu adalah satu dosa dan akan menodai cinta itu sendiri. Itulah juga yang menyebabkan orang yang bercinta itu walaupun seorang yang bijaksana, akan menjadi bodoh kerana pesona cinta. Akal itu mampu dikalahkan oleh nafsu. Nafsu itu tidak bisa dikalahkan melainkan jika anda sentiasa ingat kepada Tuhan Maha Pencipta.

Apakah itu Bukti Cinta?
Cinta perlukan bukti. Ramai orang percaya bahawa bukti cinta itu ialah mengorbankan atau menyerahkan apa saja yang kekasih anda mahu. Mereka percaya jika itu tidak berlaku, maka cinta itu tidak tinggi nilainya. Sebenarnya anggapan itu tidak tepat. Jika anda beri semua yang dia mahu,apakah yang tinggal pada anda? Benarkah dia cinta pada anda bila dia mahukan pengorbanan anda?
Cinta sejati tidak memusnahkan atau merosakkan diri kekasih yang dicintai. Malah ia menjaga agar kekasih tetap suci dan selamat sebagaimana sucinya cinta itu sendiri.

Remaja Gaul, Seperti Apa ?


Katanya, remaja yang gaul itu adalah remaja yang gak bakal pernah ketinggalan dengan yang namanya tren masa kini. Apakah itu fashion, mode rambut, handphone bahkan masalah apa yang dibaca, ditonton dan dimakanpun bisa jadi pertimbangan status anak yang gaul.

Emang benar, remaja sangat antusias terhadap adanya hal yang baru. Gaya hidup hura-hura sangat menarik bagi mereka. Daya pikatnya sangat luar biasa, sehingga dalam waktu singkat munculah fenomena baru akibat paham ini. Fenomena yang muncul, ada kecenderungan untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba kecukupan tanpa harus bekerja keras. Titel "remaja yang gaul dan funky " baru melekat bila mampu memenuhi standar tren saat ini. Lalu kenapa remaja-remaja sekarang memilih menjadiakn tren sebagai gaya hidup? Karena banyak media yang mempengaruhi gaya hidup remaja yang notaben sedang mencari jati diri menjadi lebih baik dari sekarang. Sebut saja beberapa majalah yang sangat mendukung tren remaja masa kini, dampaknya remaja-remaja banyak mengikuti tren yang ditampilkan tersebut.

Saat ini istilah gaul identik dengan fashion and shopping. Padahal sebenarnya tidak demikian. remaja gaul adalah remaja yang punya identitas dan bisa bersikap serta berprilaku sesuai dengan situasi dan kondisi.

Demikian halnya juga dengan intelektualitas yang dimiliki oleh remaja, remaja bisa dikatakan gaul jika remaja tersebut pintar dalam hampir segala bidang, misalnya pintar dalam mata pelajaran, pintar bergaul, pintar bersikap dan menghargai orang lain serta tidak membuang-buang waktu hanya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Hal yang tidak bermanfaat misalnya nongkrong-nongkrong bersama teman-teman mereka sore atau malam hari, atau menggunakan narkoba. Remaja sekarang rentan sekali terpengaruh dengan kondisi dan lingkungan di mana remaja tersebut berada. Lingkungan yang baik akan menjadikan remaja itu baik dan lingkungan yang tidak baik akan menjadikan remaja itu tidak baik pula.

Jadi, remaja gaul itu bukan remaja yang menghabiskan waktu berhura-hura dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Remaja gaul adalah remaja yang mampu mempergunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun untuk orang lain.

Jumat, 22 Juli 2011

CARA BIAR JADI REMAJA KREATIF

Mau tau donk cara jadi remaja kreatif,,,,,, masa cie hari gini gak kreatif
Tau gak k’lo gak kreatif hidup tu bakal bosen banget, teruz jadi bawanya iri sama orang sukses ya gak
Liat dee TIPS ini Bener gak
Rajinbaca buku, browsing di internet terus di diskusiin dech sama orang yang lebih   mengerti. Pelajari hal – hal baru, jangan malu Tanya ya… -    Aktif dalam kegiatan positif. -        Jangan cepat bosan dan putus asa kalau sedang mengerjakan sesuatu - Berani mengeluarkan ide- ide baru - Bersedia mendengarkan saran dan kritik orang lain - Doa terus biar diberi kemudahan - Intinya jangan jadi pemalas.

About

Powered By Blogger