“Pernah kan mendengar istilah narsis, untuk teman kamu, sodara kamu, atau malah kamu yang hobinya bergaya di depan kamera lalu memmamerkannya di depan public, bangga dengan hasil jepretan kemudian berkomentar “ini lo aku, fotogenik kan?”, “aku cakep banget ya ternyata,” atau “aduh, beneran ni Cinderella aja kalah kalo liat fotoku yang eksotik gini”Memang si, kalu jaman sekarang narsis selalu cenderung ke sebuah gambar yang memuat diri kita sendiri kemudian bangga dan pede dan lain-lain. Intinya di mana ada kamera kita nggak akan pernah rela wajah kita tidak ada. Hmmm, itu sih udah tingkat parah banget.
Ada yang bilang juga narsis itu haus perhatian, semacam kita butuh untuk dipuji. Hahahha…… over banget tuh orang kalo udah kayak gitu. Memang sih ada masanya kita butuh untuk dipuji (butuh dianggap ada) oleh sekeliling kita entah itu ortu kita, sahabat kita, teman-teman, tetangga atau orang yang nggak dikenal sekalipun.
Sebenarnya narsis itu bukan sebuah penyakit, itu hanya kebiasaan yang menjadi kebutuhan agar kita tetap selalu dianggap ada oleh sekeliling kita.
Menurut wikipedia, Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi.
narsis yang berlebihan bisa membuat orang lain berkesimpulan “dia gila” well, gila dalam arti selalu butuh untuk diakui walaupun orang lain udah enek liat muka dia yang terlalu sering muncul, atau sering bangga dengan keadaan dirinya. lalu, bagaimana kita menghindari sikap narsis kita menjadi berlebihan?
bukankah setiap orang juga mempunyai sisi bangga pada diri sendiri,?
bukankah setiap orang juga mempunyai sisi bangga pada diri sendiri,?
jawabannya selalu kita kembalikan kepada kita sendiri, kita mestinya sadar siapa kita, apa kelebihan dan kelemahan kita lalu bagaimana kita mengolahnya menjadi sebuah kebanggaan yang biasa saja, nggak usah over2.
kita juga menyadari bagaimana kita ini diterima di lingkungan kita, jika kita memang begini apa adanya apakah kita harus mengejar sesuatu yang tidak ada pada diri kita?
narsis bukan sebuah penyakit jika kita mampu mengontrolnya ke dalam batas-batas tertentu.
narsis bukan sebuah penyakit jika kita mampu mengontrolnya ke dalam batas-batas tertentu.
semoga kita menemukan apakah narsis kita berlebihan atau tidak.ok…




1 komentar:
wow....sok narsis bngat 3 pemuda ne..
tp jngn terlalu berlebihan narsis nya ..ok..
hehehee
salm knal y...
Posting Komentar