SELAMAT MEMBACA

About This Blog

Halaman

Jumat, 22 Juli 2011

Gimana sih Caranya Pacaran?

ABG atau orang dewasa, ngga muna kalau yang kita lihat dari seseorang adalah penampilan fisiknya terlebih dahulu. Cuma, yang tidak disadari ABG adalah bahwa cara pacaran itu membutuhkan lebih dari bersama orang dengan penampilan fisik yang menarik.
Banyak cowok atau cewek ABG yang cari pasangan hanya berdasarkan penampilan fisik, kalo ngga keren ngga mau jadi pacarnya, kalo ngga putih ngga mau PDKT. Well, ini sah-sah aja untuk dilakukan, tapi ngga jarang, pacaran yang cuma melibatkan ketertarikan fisik ini cenderung tidak tahan lama.

Kenapa?
Pada intinya saat kita cari pacar kita berharap kalau kita mendapatkan ‘teman untuk berbagi’. Cowok atau cewek yang dicap play boy atau playgirl kerap gonta-ganti pacar karena merasa mereka belum menemukan pasangan yang ‘sreg’ yang bisa klop dengan diri mereka.
Jadi jangan heran kalau ada cowok/cewek yang sering gonta-ganti pacar yang keren-keren nantinya mereka luluh dengan seseorang yang biasa-biasa saja. Bukan karena mereka capek dengan cewek/cowok menarik, tapi lebih tepat karena mereka menemukan apa yang mereka butuhkan dalam diri pasangan mereka tersebut yang tidak ditemukannya pada diri orang lain sebelumnya.

Nah, sudah siap pacaran?

Gimana Biar Bisa PeDe?

Pernahkah Anda memendam rasa cinta, hingga orang yang dicintai menjadi milik orang lain hanya karena malu untuk mengutarakannya? Ya, rasa malu barangkali sudah meluluh lantakkan perasaan Anda. Ini hanya satu dari contoh malu yang pernah Anda alami. Masih banyak lagi contoh perasaan malu yang lainnya. Lantas, apa sebenarnya rasa malu ini? Rasa malu adalah kondisi dimana terjadi kombinasi antara kegugupan sosial dan pengkondisiannya.
Dalam prakteknya, malu ini sering kali dialami. Padahal dalam keseharian Kita justru dituntut untuk selalu PeDe berinteraksi dan juga bersosialisasi dengan banyak orang. Apalagi untuk yang mengaku sebagai anak gaul. Pergaulan yang luas menuntut anak gaul jauh dari yang namanya malu. Untuk itu Kita harus dapat mengatasi malu. Lantas bagaimana untuk mengatasi malu. Berikut hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan percaya diri.
1. Belajarlah untuk rileks. Biasanya malu ini timbul akibat perasaan yang tidak rileks. Cobalah bersikap lebih santai dan mulailah dengan pembawaan yang tenang. Jika perasaan tidak rileks, Anda bisa menarik nafas dalam-dalam dan keluarkan perlahan. Ini akan membantu Anda. Selain itu cobalah untuk tersenyum dikala perasaan tidak santai ini hadir.
2. Siapkan percakapan pembuka yang menarik. Tidak dapat dipungkiri dalam keseharian Kita akan bertemu dengan orang-orang baru dan ditempat baru. Bisa di tempat umum atau bahkan akan berhadapan dengan teman baru. Tentu saja untuk memberikan kesan ramah, Kita bisa memulai terlebih dahulu dengan percakapan pembuka. Semisal “apa kabar?”, “seneng bisa kenal sama kamu”. Selain itu Kita bisa melatih diri dengan kalimat-kalimat pembuka yang menarik ini. Hal ini dapat dituliskan di kertas dan bisa dibaca berulang-ulang.
3. Membiasakan diri bergaul dengan teman-teman sehobi. Dengan membiasakan diri untuk banyak bergaul pastinya Kita akan lebih terbiasa bertemu dengan banyak orang. Menyalurkan hobi secara bersama-sama dapat membiasakan berinteraksi dan lambat laun akan mengikis perasaan malu ini.
4. Katakan pada diri Anda bahwa Anda harus berani. Menguatkan niat dan juga menstimuli otak agar tidak malu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahn yang satu ini. Jika pikiran dan hati mengatakan Kita tidak perlu dan tidak boleh malu, maka perasaan malu ini akan tersingkirkan. Mulailah percaya pada kemampuan diri sendiri.

Mau Dapet Pacar? Caranya?

Untuk kamu yang masih mencari pacar, statement di atas bisa jadi petunjuk diri kamu untuk cari pacar. Sebelum hunting pasangan, kenali dulu diri kamu lebih jauh. Banyak dari kamu yang ngerasa ngga cukup menarik untuk dapat pacar, dan ngga juga cari-cari pacar lalu kemudian sirik dengan temen-temen yang sudah pacaran.
Buang jauh-jauh pikiran seperti itu. Setiap manusia berhak untuk bahagia, dan itu juga berarti kamu. Orang yang cacat, tukang becak, artis sinetron, presiden dan semua orang di dunia ini berhak bahagia. Dan tidak ada yang bisa membahagiakan seseorang kecuali orang itu sendiri. Ingat, di dunia ini berlaku hukum cermin, dimana kamu akan mendapatkan sesuatu yang mencerminkan apa yang ada di pikiran kamu sebenarnya.
Jika kamu menganggap diri kamu jelek, maka orang akan menganggap kamu jelek, jika kamu berpikiran tidak akan pernah punya pacar, maka kamu tidak akan mendapatkan pacar. Manusia menangkap pikiran orang lain lewat gerak-gerik orang tersebut. Dan gerak-gerik kamu, tanpa kamu sadari, merupakan imbas dari pikiran kamu.
Buang jauh-jauh tips-tips majalah yang bilang kalau kamu harus dandan begini atau begitu untuk cari pacar. Semuanya berasal dari diri kamu. Coba cari waktu luang untuk diri kamu, bicara dengan diri kamu sendiri apa yang ada di pikiran kamu. Apakah kamu banyak mengeluh? Coba tulis semua keluhan kamu di kertas. Banyak sekali bukan? Coba tuliskan hal-hal positif yang kamu miliki, apakah sebanyak keluhan kamu?
Dengan melakukan hal itu kamu berusaha untuk bersyukur dengan apa yang kamu miliki. Tanpa rasa syukur orang akan menangkap sinyal negatif kamu dan berpikir tepat seperti apa yang kamu pikirkan. Dengan banyak bersyukur akan timbul perasaan positif yang kemudian akan ditangkap orang lain. Jika kamu tidak suka pinggang kamu yang tidak berbentuk, coba ingat kalau nantinya itu akan jadi rumah buat bayi kamu di masa yang akan datang, jika kamu tidak suka mata kamu ingat bahwa banyak orang yang berharap kamu mendonorkan mata kamu.
Semakin kamu menghargai diri sendiri, semua orang akan menghargai kamu lebih dari kamu menghargai diri sendiri, karena dengan menghargai diri sendiri kamu juga akan menghargai orang lain dan memperlakukan mereka sama seperti kamu memperlakukan diri sendiri. Yang kedua adalah meningkatkan rasa PD. 

      Cari tahu cara paling baik dan paling nyaman untuk menampilkan diri kamu. Tampil apa adanya memang harus, tapi bukan berarti kamu tidak mandi atau rambut awut-awutan. Kamu boleh sedikit mempermak penampilan kamu tapi jangan sampai berlebih. Dan jangan lupa tampilkan kepribadian kamu, dan bukan diri kamu yang palsu. Hal ini dapat dilakukan untuk menambah rasa PD, karena dengan penghargaan diri dan kepercayaan diri kamu akan memancarkan daya tarik tersendiri ke semua orang.
Sekali kamu dapat mengenali diri kamu, kamu akan mengetahui jenis pasangan seperti apa yang kamu butuhkan. Kalau kamu ngga suka hingar bingar ngga mungkin kan kamu cari pasangan yang suka musik underground atau musik metal? Meskipun wajahnya kaya Panji Triatmojo tapi sudah pasti masa pacaran kamu ngga akan terlalu lama. Kalau ada cowok/cewek yang mendekati kamu, cari tahu kepribadiannya dulu dengan menanyakan ke teman-temannya. Ajak ngobrol untuk tahu dirinya dan kegemarannya.
Menjadi temannya adalah langkah yang tepat, jaga-jaga juga kalau ternyata kamu ngga sreg sama dia dan ngga akan membuat dia terlalu sakit hati, juga diri kamu sendiri. Ngga cepet-cepet ngejadiin gebetan kita pacar punya sisi positif, antara lain untuk menjaga supaya tidak terjadi cinta sepihak dan juga untuk melindungi diri kita. Tapi kadang-kadang kalo cinta udah ngomong, yang lainnya pasti ngga kelihatan. Kalo udah sama-sama suka, logika pasti kalah sama perasaan.
Banyak orang yang menganggap cari pasangan menjadi sebuah petualangan, ngga cuma kamu yang masih remaja, tapi juga banyak orang dewasa. Sebenernya itu sah-sah aja sih, karena udah jadi sifat dasar manusia untuk mencari sesuatu yang lebih baik.
Banyak yang bilang mending puas-puasin seneng-seneng sebelum nantinya kita menikah. Yang harus dicamkan adalah, ketika kamu pacaran pihak yang dilibatkan ngga Cuma diri kamu sendiri tapi juga ada pihak lain yaitu pasangan kamu. Sah-sah aja pengen pindah ke lain hati atau selingkuh demi mengatasi kebosanan, tapi ingat kalau ada orang yang menggantungkan perasaan sama diri kamu.
Sekali kamu pacaran dengan seseorang kamu secara tidak langsung memberikan komitmen tak tertulis satu sama lain. Seperti setuju untuk mengucapkan “Yuk, kita coba hubungan ini bersama-sama”. Bersama-sama artinya berdua saja, tidak melibatkan orang lain. Jadi, ketika akhirnya kamu berjanji untuk pacaran, ingatlah untuk menjaga perasaan pacar kamu dan berusaha mencoba untuk saling berbagi satu sama lain, karena kamu toh pasti ngga ingin diperlakukan buruk dengan pacar kamu bukan?

Kamis, 21 Juli 2011

About

Powered By Blogger